Apakah Orangutan Memerlukan Nutrisi

Apakah Orangutan Memerlukan Nutrisi

Kebakaran yang melanda hutan Kalimantan setiap tahunnya ternyata tidak hanya merusak habitat orangutan, tapi juga mengingkari kondisi biologis dan perilaku orangutan. Itulah hasil studi baru yang dilakukan Universitas Rutgers, New Jersey, dan Universitas Kebangsaan, Jakarta, dan dirilis Januari 2020.

Studi ini memang masih studi pendahuluan. Semata-mata, para penyelidik yang terlibat meyakini, kebakaran menimbulkan dampak kesegaran yang signifikan dan bertahan lama terhadap orangutan.

Doktor Sri Suci Utami Atmoko, pandai prilaku dan ilmu lingkungan orangutan semenjak Universitas Nasional terkebat n domestik riset itu. Ia mengatakan, investigasi tersebut menemui, kebakaran telah menyebabkan orangutan mengurangi aktivitas geraknya bakal membatasi pengeluaran energi. Perubahan perilaku ini terjadi, katanya, karena kebakaran mengakibatkan kerusakan metabolisme sehingga jasad orangutan ki gandrung ke dalam
starvation kecenderungan.

Orangutan tunggal Kalimantan (bornean orangutan/Pongo pygmaeus) Theodora dan bayinya yang baru lahir, Java, di huma binatang Jardin des Plantes, Paris, Perancis, 2 Oktober 2018. (Foto: galengan).

Starvation tren
lega intinya yakni kondisi di mana raga secara alami menahan pengeluaran energi, mengalami pertambahan stres dan merasakan kelaparan. Kondisi ini lazimnya terjadi akibat keterbatasan asupan kalori internal jangka panjang. Puas beberapa kasus, karena seperti itu kelaparannya, sejumlah orangutan kehabisan agregat ototnya. Tidak hanya itu, asap kebakaran juga melemahkan sistem kekebalan tuhuh orangutan.

Menurut Kudus, orangutan di Kalimantan jatuh cinta lega
starvation mode
karena menurunnya ketersediaan buah, dedaunan, anak uang selama musim kebakaran. Kurangnya cadangan makanan sendi, terutama buah, ini memaksa orangutan lakukan meratah indra peraba pokok kayu – sesuatu yang jarang dilakukan monyet besar ini.

“Kulit gawang itu kas dapur alternatif orangutan. Sayangnya kulit kayu itu rendah nutrisi. Selain itu, tidak memudah memakan alat peraba kayu. Orangutan harus merobeknya, dan ini memerlukan banyak energi,” jelasnya.

Baca :   Bagaimana Sistem Pencernaan Pada Burung

Para periset mengukuhkan perubahan kondisi metabolisme orangutan setelah mendeteksi adanya peningkatan berarti kadar senyawa ketone pada urin binatang itu. Ganjaran ketone nan meningkat mengisyaratkan bahwa raga mengalami asupan glukosa yang sedikit sehingga terpaksa menggelorakan lemak. Pada bilang kasus, karena semacam itu rendahnya asupan, tubuh boleh kehilangan masa ototnya.

Menurut Dr Jamartin Sihite, CEO Borneo Orangutan Survival, sebuah lembaga nirlaba yang mengembangkan acara rehabilitasi dan reintroduksi bagi orangutan akibat dampak kerusakan rimba masif di Kalimantan, hasil studi itu meningkatkan kekhawatiran akan roh orangutan.

“Ini sangat menakutkan. Jika turunan ternacam karena bukan ada makanan, mereka akan berkelahi. Akan terjadi percederaan di antara orangutan. Pertama, habitat mereka mengecil, dan kedua karena kelangkaan alat pencernaan. Ini menyebabkan orangutan yang sudah terancam akan semakin terancam. Kebakaran rimba ini harus dikendalikan,” jelas Jamartin.

Bayi bornean orangutan (Pongo pygmaeus), Khansa (kiri) dan induknya, Anita di kebun binatang "Zoological Garden" Singapura. (Foto: dok).

Jabang bayi bornean orangutan (Pongo pygmaeus), Khansa (kiri) dan induknya, Anita di kebun binatang “Zoological Garden” Singapura. (Foto: lingkaran).

Penggalian Perguruan tinggi Rutgers Sekolah tinggi Kewarganegaraan terfokus sreg orangutan spesial Kalimantan, atau bornean orangutan
(Pongo pygmaeus), di stasiun riset Tuanan yang terletak di kawasan konservasi Mawas. Di kawasan pemeliharaan ini terwalak sekitar 3.500 monyet lautan ini. Lega 2015, seputar 90 hektar hutan gambut di mana orangutan hidup, gosong. Pada 2019, situasinya lebih parah di mana 160 hektar hutan gambut terbakar.

Suci mengatakan, studi ini masih perlu didukung oleh penggalian lebih lanjut. Namun ia mengingatkan, orangutan waktu ini telah terjadwal bak jenis yang terancam punah n domestik waktu dekat
(critically endangered)
akibat penyusutan habitat dan pembangunan persawahan skala osean. Dampak kesehatan akibat kebakaran hutan katanya bisa mempercepat laju kepunahan itu.

Baca :   Download Suara Kolibri Ninja Merah

Proyeksi tulangtulangan-lembaga advokasi orangutan, termuat Pemimpin, menyebutkan kuantitas orangutan di Kalimantan akan anjlok sebesar 20 persen menjelang waktu 2025, menjadi seputar 47.000.
[ab/uh]

Apakah Orangutan Memerlukan Nutrisi

Source: https://www.voaindonesia.com/a/kebakaran-ubah-kondisi-biologis-dan-prilaku-orangutan/5305323.html

Check Also

Manfaat Madu Untuk Lovebird

Manfaat Madu Untuk Lovebird Maslahat madu – Madu ialah materi alami yang dihasilkan oleh lebah …