Huruf Abjad a Sampai Z Dalam Bahasa Arab

Huruf Abjad a Sampai Z Dalam Bahasa Arab

Abjad Arab

Variasi aksara

Leter tak asli

Bahasa Bahasa Arab

Periode

356 M sampai waktu ini
Arah penulisan Kanan ke kiri
Aksara terkait

Silsilah

Mesir

  • Proto-Sinaitik
    • Fenisia
      • Aram
        • Suryani
          • Nabath
            • Abjad Arab
ISO 15924
ISO 15924 Arab,
, ​Arabik
Pengkodean Unicode

Cap Unicode

Arabic

Rentang Unicode

  • U+0600–U+06FF
    Arabic
  • U+0750–U+077F
    Arabic Supplement
  • U+08A0–U+08FF
    Arabic Extended-A
  • U+FB50–U+FDFF
    Arabic Presentation Forms-A
  • U+FE70–U+FEFF
    Arabic Presentation Forms-B
  • U+1EE00–U+1EEFF
    Arabic Mathematical Alphabetic Symbols
 Artikel ini mengandung
transkripsi fonetik
dalam Alfabet Fonetik Antarbangsa
(IPA). Cak bagi pertolongan dalam membaca tanda baca IPA, lihat Bantuan:IPA. Untuk penjelasan perbedaan
[ ],
/ /
dan
, Lihat IPA § Tanda kurung dan delimitasi transkripsi.

Negara-negara konsumen leter Arab:

 sebagai aksara legal partikular

 sebagai aksara sekunder.

Leter Arab
(الأَبْجَدِيَّة العَرَبِيَّة


al-abjadīyah al-ʻarabīyah


atau
الحُرُوف العَرَبِيَّة


al-ḥurūf al-ʻarabīyah

) atau
huruf hijaiah
merupakan aksara bahasa Arab yang telah dikodifikasi cak bagi penulisan bahasa Arab. Abjad Arab ditulis berusul kanan ke kiri berpose kursif dan terdiri dari 28 huruf.

Asalnya, abjad ini ialah leter jati, ialah yang doang terdiri dari konsonan, tetapi sekarang lain pun. Sepadan halnya dengan sistem penulisan abjad yang enggak, sama dengan fonem Yahudi, para penulis kemudian menciptaan indikator kritik vokal memperalat tanda vokal terpisah.

Fonem Arab berpokok mulai sejak Aksara Aramea (berasal bahasa Syria dan Nabatea), di mana abjad Aram terlihat kemiripannya dengan fonem Koptik dan Yunani. Tertumbuk pandangan perbedaan penulisan antara Magribi dan Timur Tengah. Di antaranya yaitu penulisan fonem qaf dan fa. Di wilayah Arab Maghrib, huruf

qāf

dituliskan dengan memiliki titik di radiks dan

fā’

dengan satu bintik di atasnya.

Leter Konsonan

Basis abjad Arab memiliki 28 abc. Bahasa selain Arab yang mengadaptasi aksara Arab sudah menambahi dan mengurangi beberapa huruf, seperti bahasa Kurdi, bahasa Persia, bahasa Turki Utsmaniyah, bahasa Sindhi, bahasa Urdu, bahasa Melayu, bahasa Jawa, bahasa Pashtun, dan bahasa Malayalam (dengan sistem penulisannya Arabi Malayalam), nan semuanya memiliki huruf-huruf apendiks seperti dapat dilihat di bawah. Tidak ada lambang bunyi kapital.

Huruf-hurufnya banyak yang serupa, tetapi dibedakan dengan adanya noktah(-titik) (

i‘jām

) di atas atau di pangkal bentuk huruf (

rasm

). Titik(-titik) tersebut ialah bagian lain terpisahkan dari sebuah huruf karena berfungsi melepaskan beberapa huruf yang berlainan bunyi. Misalnya, dua aksara dalam bahasa Arab nan ditransliterasikan dengan


b


dan


lengkung langit


adalah dua leter dengan lembaga yang sama, sahaja


b


bertitik satu di bawah,
ب, dan


t


bertitik dua di atas,
ت.

Bahasa Arab intern versi catatan tangan maupun cetak selevel-ekuivalen bergaya italik, nan (kebanyakan) hurufnya ditulis menghubungkan dengan abc di dekatnya sekiranya masih suatu pembukaan.

Jalan abjad

Ada dua pertautan kolateral penting buat huruf Arab, yaitu abjad dan hija.

Urut-urutan


abjadī


yang kudus (أَبْجَدِي), digunakan bikin
lettering, berasal dari abjad Fenisia dan oleh kesudahannya mirip dengan urut-belai abjad turunannya, seperti abjad Ibrani. Kerumahtanggaan kronologi ini huruf-hurufnya juga dipakai bikin takdir dan mempunyai sandi/kode alfanumerik serupa Gematria puas bahasa Ibrani dan
isopsephy
puas bahasa Yunani.

Darurat itu, urut-sa-puan


hijā’ī


(هِجَائِي) atau


alifbā’ī


(أَلِفْبَائِي) tersusun berkelompok berdasarkan keserupaan bentuk. Urut-urutan ini digunakan apabila kosakata atau nama perlu diurutkan, seperti mana sreg buku telepon, daftar absensi, dan kamus.


Abjadī

Perkembangan


abjadī


bukanlah sekadar lanjutan sejarah dari jalan yang suka-suka sebelumnya, yaitu jalan alfabet Semitik (pecah Utara), semenjak alfabet Semitik mengandung satu tempat nan berkorespondensi (sesuai) terhadap huruf
samekh / semkat
ס
berusul bahasa Aram, padahal tak ada satu lambang bunyi pun dari abjad Arab yang sejarahnya berasal dari aksara tersebut. Sungguhpun tak ada abc


sameḵ

, hal ini diimbangi dengan terbaginya fonem
syin
ש
menjadi dua abjad Arab,
ش
(syīn) dan

(sīn) yang urutannya menempati urutan


sameḵ

. Heksa- huruf lainnya yang tidak berkorespondesi terhadap huruf Semitik (semenjak Utara) manapun ditempatkan di urutan birit.

Belai


abjadī


secara umum
غ ظ ض ذ خ ث ت ش ر ق ص ف ع س ن م ل ك ي ط ح ز و ه د ج ب ا

gh





dh

kh

th

falak

sh

r

q



f





s

n

m

l

k

y





z

w

h

d

j

b

ā
28 27 26 25 24 23 22 21 20 19 18 17 16 15 14 13 12 11 10 09 08 07 06 05 04 03 02 01

Urutan ini umumnya diungkapkan dengan kata majemuk:



abjad hawwaz ḥuṭṭī kalaman sa‘faṣ qarashat thakhadh ḍaẓagh

.

Ada ungkapan lainnya:



abujadin hawazin ḥuṭiya kalman sa‘faṣ qurishat thakhudh ḍaẓugh

Urutan


abjadī


di Arab Maghrib (tampaknya lebih tua)[1]
ش غ ظ ذ خ ث ت س ر ق ض ف ع ص ن م ل ك ي ط ح ز و ه د ج ب ا

sh

gh



dh

kh

th

falak

s

r

q



f







cakrawala

m

l

k

y





z

w

h

d

j

b

ā
28 27 26 25 24 23 22 21 20 19 18 17 16 15 14 13 12 11 10 09 08 07 06 05 04 03 02 01

Urutan yang ini bisa diungkapkan dengan ungkapan:



abujadin hawazin ḥuṭiya kalman ṣa‘faḍ qurisat thakhudh ẓaghush


Hijā’ī

Kamus-kamus modern dan persendian rujukan lainnya tak menggunakan kronologi


abjadī


bagi mengurutkan secara alfabetis. Sebagai gantinya, digunakanlah perkembangan


hijā’ī


yang lebih plonco yang di huruf-hurufnya dikelompokkan menurut keserupaan lembaga. Urut-urutan
hijā’ī
ini tidak pernah digunakan sebagai bilangan.

Urutan


hijā’ī


secara umum
ي و ه ن م ل ك ق ف غ ع ظ ط ض ص ش س ز ر ذ د خ ح ج ث ت ب ا

y

w

h

ufuk

m

l

k

q

f

gh













sh

s

z

r

dh

d

kh



j

th

t

b

ā

Urut-urutan
hijā’ī
lainnya digunakan secara luas di negeri Arab Maghrib hingga baru-baru ini ketika digantikan dengan jalan dari Masyriq.[1]

Baca :   Jelaskan Mekanisme Pernapasan Pada Burung
Pujuk


hijā’ī


di Arab Maghrib
ي و ه ش س ق ف غ ع ض ص ن م ل ك ظ ط ز ر ذ د خ ح ج ث ت ب ا

y

w

h

sh

s

q

f

gh









n

m

l

k





z

r

dh

d

kh



j

th

t

b

ā

Bentuk leter

Abjad Arab buruk perut huruf miring (seperti mana tegak bersambung) dan huruf-hurufnya menjelma berdasarkan letaknya n domestik suatu kata. Huruf-hurufnya boleh tampil dalam empat tulang beragangan sesuai tempatnya apakah di awal, perdua, akhir, atau menyendiri. Meskipun banyak lambang bunyi yang bermacam ragam, bilang huruf loyal satu bentuk meskipun berlainan kancah. Secara mahajana, abjad-abc dalam satu kata dihubungkan serampak di kedua sisinya (depan dan belakang) menggunakan garis pendek horizontal, doang enam huruf (و ز ر ذ د ا) hanya bisa dihubungkan dengan fonem di depannya (sebelumnya). Sebagai paradigma,
أرارات
(Ararat) hanya memiliki bentuk menyendiri karena masing-masing lambang bunyi tidak bisa dihubungkan dengan abc di belakangnya. Bagaikan adendum, ada wasilah lambang bunyi nan ditulis berupa ligatur (tulangtulangan khusus), terutama


lām-alif

.[2]

Diagram huruf-huruf utama

Pemakaian huruf Arab privat bahasa Arab lakukan literatur
Secara Umum Arab Maghrib Nama
Huruf
Jenama Huruf
kerumahtanggaan Arab
Transliterasi
ALA
Transliterasi

Indonesia[3]
[4]

Bentuk di intern introduksi Bentuk
terpisah
Abjadī Hijā’ī Abjadī Hijā’ī Intiha Tengah Awal
1. 1. 1. 1.
’alif
ألف

ā

/




 ’

(Tidak

dilambangkan)


ـا

ا
2. 2. 2. 2.
bā’
باء

b

b
ـب

ـبـ

بـ

ب
22. 3. 22. 3.
tā’
تاء

t

t
ـت

ـتـ

تـ

ت
23. 4. 23. 4.
thā’
ثاء

th


ـث

ـثـ

ثـ

ث
3. 5. 3. 5.
jīm
جيم

j

j
ـج

ـجـ

جـ

ج
8. 6. 8. 6.
ḥā’
حاء




ـح

ـحـ

حـ

ح
24. 7. 24. 7.
khā’
خاء

kh

kh
ـخ

ـخـ

خـ

خ
4. 8. 4. 8.
dāl
دال

d

d
ـد

د
25. 9. 25. 9.
dhāl
ذال

dh

ż
ـذ

ذ
20. 10. 20. 10.
rā’
راء

r

r
ـر

ر
7. 11. 7. 11.
zayn

/

zāy
زاي

z

z
ـز

ز
15. 12. 21. 24.
sīn
سين

s

s
ـس

ـسـ

سـ

س

[a]
21. 13. 28. 25.
shīn
شين

sh

sy
ـش

ـشـ

شـ

ش
18. 14. 15. 18.
ṣād
صاد




ـص

ـصـ

صـ

ص
26. 15. 18. 19.
ḍād
ضاد




ـض

ـضـ

ضـ

ض
9. 16. 9. 12.
ṭā’
طاء




ـط

ـطـ

طـ

ط
27. 17. 26. 13.
ẓā’
ظاء




ـظ

ـظـ

ظـ

ظ
16. 18. 16. 20.
‘ayn
عين

 ‘


ـع

ـعـ

عـ

ع
28. 19. 27. 21.
ghayn
غين

gh

g
ـغ

ـغـ

غـ

غ
17. 20. 17. 22.
fā’
فاء

f

f
ـف

ـفـ

فـ

ف

[a]
19. 21. 19. 23.
qāf
قاف

q

q
ـق

ـقـ

قـ

ق

[a]
11. 22. 11. 14.
kāf
كاف

k

k
ـك

ـكـ

كـ

ك
12. 23. 12. 15.
lām
لام

l

l
ـل

ـلـ

لـ

ل
13. 24. 13. 16.
mīm
ميم

m

m
ـم

ـمـ

مـ

م
14. 25. 14. 17.
nūn
نون

lengkung langit

n
ـن

ـنـ

نـ

ن
5. 26. 5. 26.
hā’
هاء

h

h
ـه

ـهـ

هـ

ه
6. 27. 6. 27.
wāw
واو

w

/

ū

w
ـو

و
10. 28. 10. 28.
yā’
ياء

y

/

ī

y
ـي

ـيـ

يـ

ي

[a]

Catatan


  • ^a

    Tatap fragmen varietas di sejumlah wilayah lakukan sejumlah huruf.
  • Tatap kata sandang
    Romanisasi aksara Arab
    cak bagi detail pada tipe-macam skema transliterasi; meskipun demikian, penutur bahasa Arab tidak mengajuk skema tolok ketika mengungkapkan nama. Juga stempel biasanya diungkapkan sebagaimana ejaan setempat, bukan sebagaimana ejaan bahasa Arab untuk literatur (apabila nama asli Arab).
  • Sehubungan dengan ejaan, skor phonemis nan diberikan di atas adalah bagian semenjak
    Modern Standard Arabic
    (Bahasa Arab Standar Modern), nan diajarkan di berbagai rupa universitas. Dalam praktiknya ejaan bisa tinggal bervariasi dari daerah ke negeri. Bakal kian detail mengenai ejaan bahasa Arab, konsultasilah ke artikel
    Fonologi bahasa Arab
    dan
    Varietas bahasa Arab.
  • Nama-nama fonem Arab bisa dibayangkan bak rampatan terhadap varian terdahulunya, bermula bahasa Proto-Semitik, yang masih berupa kata-kata yang berarti. Logo-tera huruf Arab bisa memiliki nama-cap populer nan abnormal berbeda.
  • Enam aksara (و ز ر ذ د ا) tak memiliki “bentuk tengah” singularis sehingga perlu ditulis dalam “rangka penghabisan”-nya minus dihubungkan dengan huruf sesudahnya. “Bentuk awal”-nya mirip dengan “bentuk menyendiri”-nya.
  • Huruf-huruf nan tidak memiliki bentuk mulanya alias bentuk tengah bukan bisa dihubungkan (diberi tanda hubung) dengan huruf sesudahnya, meskipun masih satu introduksi.


    Hamzah


    hanya memiliki satu bentuk karena tidak dapat dihubungkan dengan abjad sebelumnya ataupun sesudahnya. Namun, kamu kadang-kadang ada bersama


    wāw

    ,


    yā’

    , alias


    alif

    , dan jika demikian berlaku rencana-kerangka


    wāw

    ,


    yā’

    , atau


    alif

    .

Huruf-huruf coretan

Berikut ini adalah bukanlah huruf yang bersimbah seorang, namun kian berupa variasi kontekstual dari beberapa huruf Arab.

Tulangtulangan Logo Transliterasi
Menyendiri Akhir Tengah Tadinya

آ

ـآ

آ

alif maddah


ā


ة

ـة





tā’ marbūṭah


h


or



t


/

h

/





ى

ـى





alif maqṣūrah


ā


/


á


/




Ligatur

Unsur penyusun bakal ligatur istilah ketuhanan “Halikuljabbar”:

1. alif
2. hamzah waṣl (همزة وصل)
3. lām
4. lām
5. syaddah (شدة)

6. alif khanjariyah (ألف خنجرية)

7. hāʾ

Penggunaan ligatur dalam bahasa Arab sudah masyarakat. Terserah suatu ligatur wajib,


lām


+


alif

, nan mempunyai dua bentuk. Ligatur lainnya (

yā’


+


mīm

, dll.) tidak wajib.

Bentuk Nama
Akhir Perdua Semula Menyendiri




lām + alif

Lafal jalalah


Allāh


adalah ligatur nan kian rumit, menggabungkan tujuh unsur sewaktu.

Satu-satunya ligatur yang masuk wasilah aksara Arab dalam Unicode (U+06xx) merupakan


lām


+


alif

. Ligatur ini wajib suka-suka bagi sebuah
font
dan program pengolah introduksi. Relasi selain Unicode mengandung ligatur lainnya nan tujuannya buat lebih mudah dibaca (kompatibel).

Baca :   Contoh Opportunity Cost Dalam Kehidupan Sehari Hari



  • lām


    +


    alif


    لا

Catatan: Unicode juga mempunyai kode bakal ligatur ini di dalam gabungan FExx untuk bentuk tampilan B. Jikalau penelusur dan font Beliau mendukung bahasa Arab dengan benar, ligatur yang terserah di atas harusnya identik dengan yang suatu ini,
U+FEFB
Rajah MENYENDIRI UNTUK LIGATUR LAM DENGAN ALIF:



  • U+0640
    TATWEEL +


    lām


    +


    alif


    ـلا

Coretan: Unicode juga punya kode buat ligatur ini di internal rangkaian FExx cak bagi tulang beragangan tampilan B. Sekiranya penelusur dan font Sira mendukung bahasa Arab dengan benar, ligatur nan cak semau di atas harusnya identik dengan nan satu ini:

  • U+FEFC
    Rang AKHIR LIGATUR LAM DENGAN ALIF



Ligatur lainnya dalam rangkaian Unicode U+FB50 sampai U+FDxx bakal bentuk tampilan A adalah satu kode khusus bikin kepribadian ligatur


Allāh

,
U+FDF2
BENTUK MENYENDIRI LIGATUR LAFAL JALALAH ALLAH:



Ini adalah hasil tampilan pada kebanyakan pengolah introduksi, kelihatannya tidak makmur menampilkan harakat pada lafal jalalah


Allāh


dengan benar sebagai halnya di Quran. Namun, karena aksara Arab digunakan tidak cuma bagi menulis Alquran, keliru kalau


lām


+


lām


+


hā’


ditampilkan seperti ligatur tersebut:[5]
Jika font tertentu (Noto Naskh Arabic, mry_KacstQurn, KacstOne, DejaVu Sans, Harmattan, Scheherazade, Lateef, Iranian Sans) terpasang di komputer (Iranian Sans didukung oleh font lakukan website Wikimedia), kata tersebut akan tampil minus tera diakritik (harakat).



  • lām


    +


    lām


    +


    hā’


    لله
      or
    لله


  • alif


    +


    lām


    +


    lām


    +


    hā’


    الله
      or
    الله


  • alif


    +


    lām


    +


    lām


    +
    U+0651
    SYADDAH +
    U+0670
    ALIF KHANJARIAH +


    hā’


    اللّٰه

    (DejaVu Sans
    dan
    KacstOne
    lain menampilkan alif khanjariah)

Dapat diusahakan kerjakan menganjurkan lafal-lafal tersebut sonder secara otomatis ditambahi syaddah dan alif khanjariah, sungguhpun mungkin lain semua penelusur menganjurkan sebagai halnya yang diharapkan, dengan cara menambahkan
U+200d
(Nol width joiner/tanda hubung dengan tumpul pisau nol) sesudah


lām


nan pertama atau yang kedua

  • (

    alif


    +)


    lām


    +


    lām


    +
    U+200d
    Hampa WIDTH JOINER
    +


    hā’


    الل‍ه



    لل‍ه

Tasydid

Tasydid atau syaddah merupakan bunyi ganda satu konsonan. Alih-alih menuliskannya dua bisa jadi, lambang bunyi Arab menyediakan sebuah jenama harakat berbentuk
W
disebut


syaddah


yang bisa ditempatkan di atasnya. Akan halnya jika lambang bunyi pertama memiliki vokal, maka konsonan itu loyal ditulis dua kali. Harakat tersebut namun bisa dipakai jika konsonan mula-mula (huruf mati atau konsonan puas penutup tungkai introduksi) dan konsonan kedua (konsonan awal kaki perkenalan awal) yakni huruf nan sama. (Harakat yaitu sebutan umum untuk tanda baca privat abjad Arab.)

Unicode
umum
Jenama Transliterasi
0651



ّ




ّ


syaddah
(konsonan ganda)

Tanwin

Tanwin (bahasa Arab:
تنوين‎) adalah pelengkap pada akhiran


-n

  yang ada pada isim (pembukaan benda, adjektiva, dll.). Huruf vokal sebelum
-t
merupakan petunjuk cak bagi kasus manajemen bahasa (I’rab). Dalam penulisan bahasa Arab, tanwin ditunjukkan dengan menggandakan jenama harakat huruf keladak sebuah introduksi.

Huruf vokal

Pengguna bahasa Arab biasanya hanya menuliskan huruf vokal panjang (mad), tidak menuliskan lambang bunyi vokal pendek, sehingga para pembacanya dituntut lakukan memiliki bekal warta bahasa Arab kerjakan menaruh huruf vokal yang hilang. Hanya, di n domestik sistem pendidikan dan khususnya di kelas bawah pengelolaan bahasa (nahwu) semua huruf vokal dituliskan karena keberadaannya sangat diperlukan. Sebuah kalimat dalam bahasa Arab bisa sangat berbeda artinya dengan cacat saja perlintasan pada abc vokalnya. Inilah kenapa pada teks-referensi penting, seperti Alquran, tiga leter vokal dasarnya (tatap di bawah) diperlukan.

Huruf vokal pendek

Abjad vokal pendek lain sah ditulis internal coretan tangan, publikasi massa, dan tonggak-rambu jalan. Enggak halnya dengan salinan Alquran, lembaga-buram religiositas tidak akan mengesahkannya kecuali mutakadim dilengkapi harakat. Ki akal anak-anak, buku teks sekolah dasar, dan sosi gramatika bahasa Arab umumnya akan menuliskannya sampai pada tingkat tertentu. Buku-buku yang lain mengaryakan tanda harakat terkenal dengan sebutan kitab kuning.

Leter vokal sumir dapat ditulis dengan tera diakritik (berupa garis diagonal, alias garis melintang pada jenis font tertentu) di atas ataupun di bawah satu konsonan yang mendahuluinya internal satu suku pembukaan. Semua abc vokal, hierarki ataupun pendek, cinta mengikuti sebuah huruf konsonan. Internal bahasa Arab, kata-prolog seperti “Ali” ataupun “alif” diawali dengan konsonan: “Ali” diawali dengan


‘ain

, “alif” diawali dengan


hamzah

.

Aksara vokal pendek Cap Nama n domestik Arab Trans.
064E



َ


fatḥah
فتحة

a

064F



ُ


ḍammah
ضمة

u

0650



ِ


kasrah
كسرة

i

Huruf vokal tangga

Huruf vokal panjang bukanlah satu etiket diakritik (harakat) nan berdiri sendiri, melainkan gabungan huruf vokal pendek diikuti fonem mad. Huruf vokal tahapan


ā


ditulis positif fonem vokal singkat


a


(

fatḥah

) diletakkan di atas suatu konsonan ditambah sebuah


alif


setelah konsonan tersebut. Abjad vokal panjang


ī


ditulis berupa lambang bunyi vokal sumir


i


(

kasrah

) diletakkan di atas satu konsonan ditambah sebuah


yā’


pasca- konsonan tersebut. Huruf vokal panjang


ū


ditulis berupa fonem vokal pendek


u


(

ḍammah

) diletakkan di atas suatu konsonan ditambah sebuah


wāw


setelah konsonan tersebut. Pendek kata,


ᵃa


=


ā

,


ⁱy


=


ī

, dan


ᵘw


=


ū

. Kasus singularis pada huruf vokal panjang


ā


setelah


hamzah

, bisa ditulis faktual


alif maddah


atau bisa berupa


hamzah


diikuti


alif

. Walaupun demikian, huruf vokal panjang akan dituliskan tanpa


fatḥah

,


kasrah

, ataupun


ḍammah


di kitab kuning.

Diagram berikut menunjukkan huruf vokal pangkat riil huruf vokal singkat nan diikuti dengan huruf mad. Hanya sebagai contoh, aksara konsonan


ḍād


diberikan seumpama tempat untuk tanda huruf vokal pendek (tanda harakat). Perlu diperhatikan bahwa banyak konsonan yang boleh dihubungkan dengan


alif

,


wāw

, dan


yā’

. Lihat ke Tabel huruf-huruf terdepan untuk mengarifi cara penggunaan leter


alif

,


wāw

, dan


yā’

.

Baca :   Contoh Iklan Lowongan Pekerjaan Beserta Surat Lamarannya Dalam Bahasa Inggris
Huruf vokal
panjang
Tanda Trans.
064E 0627



ضَا


ḍād fatḥah alif


ḍā

064E 0649



ضَى


ḍād fatḥah alif maqṣūrah


ḍā


/


ḍá

064F 0648



ضُو


ḍād ḍammah wāw


ḍū

0650 064A



ضِي


ḍād kasrah yā’


ḍī

Kombinasi huruf
وا
dan
يا
selalu dibaca





dan




, selain
وا
yang menjadi akhiran
fi’il
(verba). Momen itu,

alif

tidak mendapat tanda baca, sehingga menghasilkan huruf vokal


ū


atau tambahan pula diftong


aw

.

Sebagai pelengkap, ketika perawi bahasa Arab menuliskan nama dan kata asing, semua abjad vokalnya akan ditulis sebagai huruf vokal strata, atau sebagian besarnya (

ā


dengan

ا



alif

,


ē


dan


ī


dengan

ي



ya’

, serta


ō


dan


ū


dengan

و



wāw

), yang maksudnya adalah diucapkan seperti huruf latin.

Diftong

Huruf vokal diftong

ai

dan

au

diwakili sebagai berikut (internal bacaan Arab berharakat, tak kitab kuning):

Diftong Keunggulan Trans.
064E 064A



ـَي


fatḥah yā’


ay

064E 0648


ـَو

fatḥah wāw


aw

Sonder Vokal

Satu suku pengenalan dalam bahasa Arab boleh berwujud suku kata mangap (berakhiran vokal) atau suku introduksi terkatup (berakhiran konsonan):

  • terbuka: KV [Konsonan-Vokal] (huruf vokal pendek ataupun panjang)
  • tertutup: KVK (huruf vokal pendek saja)

Normalnya teks bahasa Arab merupakan serangkaian lambang bunyi konsonan dan aksara maddah (aksara cak bagi membentuk vokal tataran). Oleh karena itu, kata
qalb
“hati” akan termuat
qlb
dan kata
qalab
“anda (lk.) berpaling” sekali lagi akan termuat
qlb.

Bikin menghindari ambiguitas, huruf


l


pada kata
qalab
dapat diketahui diikuti fonem vokal a ringkas dengan menuliskan fathah di atasnya.

Kata
qalb
bisa diketahui bahwa


l

-nya tidak diikuti huruf vokal apapun dengan menandainya dengan sebuah tanda diakritik nan disebut sukun (

ْ

), seperti ini:
قلْبْ.

Cara ini yakni satu cara yang bertambah ringkas daripada memberikan tanda diakritik ke semua huruf konsonan, yang intern kasus itu huruf
q
pun bisa diberi tanda fathah:
قَلْبْ.

Quran
sudah lalu umum ditulis dengan keunggulan diakritik sreg semua huruf konsonannya.

Huruf vokal
i
yang panjang, pada sejenis terbitan Alquran, ditulis maujud kasrah diikuti fonem konsonan
y
tanpa memberinya tanda diakritik dan abjad vokal
u
nan tataran ditulis berupa dhammah diikuti aksara konsonan
w
yang juga tanpa tanda diakritik. Pada jenis terbitan lainnya,
y
dan
w
tersebut diberi tanda sukun. Di asing Alquran, tendensi penulisan
y
dan
w
bersukun akan terbaca sebagai diftong “ai” dan “au”.

Model, tulisan


m-y-l


boleh dibaca


mīl


atau


mail

, kembali secara teori dapat dibaca


mayyal


atau


mayil

. Jika sebuah sukun ditaruh di atas
y, maka
m
tidak kelihatannya bertanda sukun (karena dua leter yang bersebelahan tak dapat sederajat-selaras mendapat sukut), lain kali bertanda dhammah (karena tidak ada diftong “ui” dalam bahasa Arab), dan tidak mungkin bertanda kasrah (karena selain teks Arab, enggak ditemui kasrah sebelum
y
bersukun), sehingga
m
karuan bertanda fathah dan dibaca


mail


(berarti mil, satuan ukuran pangkat, atau
e-mail). Bagi alasan yang sebanding, maka
m-y-tepi langit
dengan
y
bersukun bisa makara
mait, bukan
mayyit
atau
mīt, dan
m-w-cakrawala
dengan
w
bersukun boleh jadi
maut, tidak
mūt
(iu
juga diftong yang tidak ada dalam bahasa Arab).

Huruf vokal yang menunjukkan
i’rab
burung laut ditulis sebagaimana adanya, meskipun abjad vokal itu diabaikan dalam pengucapannya. Dengan demikian, apabila menggambar nama
Aḥmad, diperbolehkan memberi label
sukūn
di atas aksara
, tetapi
sukūn
di atas huruf
d
tidak diperbolehkan, karena huruf
d
tersebut akan bertanda
ḍammah
jika berupa subjek, sebagaimana dalam kalimat
Aḥmadu zawjī
“Ahmad adalah suamiku”. Jika i’rab benarnya adalah
sukūn, tentu saja, boleh ditulis berupa sukun.

Unicode Etiket Translit.
0652



ْ

sukūn
0670



ٰ

alif above ā

Sukūn
pula dipakai untuk transliterasi ke dalam lambang bunyi Arab. Contohnya, introduksi n domestik bahasa Persia
ماسک
(mâsk, dari bahasa Inggris “mask”) dapat ditulis dengan keunggulan
sukūn
di atas lambang bunyi

untuk menekankan bahwa di antara huruf itu dan fonem
ک
tidak terdapat huruf vokal.

Lihat pula

  • Abjad Jawi
  • Nilai Arab
  • Penomoran Abc
  • Alih huruf Arab-Latin

Pranala luar

  • The Arabic Alphabet Diarsipkan 2009-08-08 di Wayback Machine. showing the different glyphs for each letter and its code position in Unicode
  • Alphabet, with sound, just click on a letter Diarsipkan 2008-04-18 di Wayback Machine.
  • Arabic Alphabet Table
    [
    pranala nonaktif permanen
    ]


    pronunciation of the letters, and instructions to write them.
  • Arabic Alphabet with sound and lessons
  • Arabic writing and calligraphy Diarsipkan 2003-06-22 di Wayback Machine.
  • Article about Arabic alphabet
  • Arabic alphabet and calligraphy Diarsipkan 2003-06-24 di Wayback Machine.
  • (freeware) to learn the characters
  • Guide to the use of Arabic in Windows, major word processors and web browsers
  • Learn the Arabic Script Online
  • Madinaharabic.com: Free Arabic Reading and Language Course (with sound)
  • Arabic Alphabet Quiz Choose the “Arabic” link.
  • Babel Arabic Writing Explanation Diarsipkan 2008-04-15 di Wayback Machine.
  • Site on Scripts and Writing Systems: A long list of links to sites dealing with issues of scripts.
  • Arabic alphabet stroke directions Diarsipkan 2007-10-09 di Wayback Machine.

Referensi

  1. ^


    a




    b




    (Arab)
    Alyaseer.net
    ترتيب المداخل والبطاقات في القوائم والفهارس الموضوعية
    Ordering entries and cards in subject indexes Discussion thread
    (Accessed 2009-October–06)

  2. ^


    Rogers, Henry (2005).
    Writing Systems: A Linguistic Approach. Blackwell Publishing. hlm. 135.





  3. ^


    Kementerian Agama RI (2003).
    Pedoman alih huruf Arab Latin: keputusan bersama Nayaka Agama dan Menteri P dan K nomor 158 masa 1987 nomor 0543b/u/1987. Jakarta, Indonesia: Departemen Agama RI. ISBN 9793370424.





  4. ^


    Dewan Bahasa dan Wacana (1992).
    Pedoman Transliterasi Lambang bunyi Arab Ke Huruf Rumi. Dewan Bahasa dan Pustaka. ISBN 9836232028.





  5. ^

    SIL International: This simplified style is often preferred for clarity, especially in non-Arabic languages



Huruf Abjad a Sampai Z Dalam Bahasa Arab

Source: https://id.wikipedia.org/wiki/Abjad_Arab

Check Also

Manfaat Madu Untuk Lovebird

Manfaat Madu Untuk Lovebird Maslahat madu – Madu ialah materi alami yang dihasilkan oleh lebah …