Jenis Ulat Bulu Di Indonesia

Jenis Ulat Bulu Di Indonesia

Jakarta, Humas LIPI. Kesahihan kabar di mahajana luas bahwa suka-suka sejenis dabat ulat mago bulu yang mematikan belum lama ini memang patut dipertanyakan kebenarannya. Justru, bernga tersebut jika menggigit atau ikatan langsung dengan manusia, maka akhirnya kerumahtanggaan waktu satu waktu atau beberapa jam akan menyebabkan kematian.

Lembaga Hobatan Mualamat Indonesia (LIPI) melintasi Pusat Eksplorasi Biologi menilai bahwa informasi tersebut tekor dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. “Tidak terserah ulat bulu yang menyebabkan kematian. Tetapi, ulat bulu yang beripuh memang ada,” prolog Perian Sutrisno, peneliti sekaligus Pejabat Parasan Zoologi Sosi Penelitian Ilmu hayat LIPI di kegiatan
Ki alat Briefing
“Belatung Berbisa yang Menyebabkan Rasa Sakit plong Kulit Manusia” sreg Jumat (15/12) di Alat angkut Center LIPI Jakarta.

Lalu apa saja karakteristik ulat bulu beracun ini? Mari mengenalinya. Ulat mago beracun secara sederhana adalah bernga yang minimal mempunyai satu atau kian kelenjar racun dan mekanisme excresi serta organ untuk menginjeksi racun. Sehingga secara garis besar, ulat beracun dikelompokan kedalam dua kelompok, yakni beracun aktif dan berbisa pasif.

“Nan dimaksud dengan beracun pasif adalah ulat memiliki kelenjar dan saluran racun, tetapi tidak punya alat lakukan menyuntikan racun (kelenjar venom dari ngengat
Arctiidae, burung akan antap bila memakan bernga ini). Sedangkan kelompok yang beripuh aktif, selain n kepunyaan glandula venom sekali lagi dilengkapi perlengkapan buat memasukan venom ke tubuh oponen/dabat lain, misalnya ulat mago Limacodidae,” jelas Hari.

Dijelaskannya, cak semau sejumlah macam bulu atau duri berasal ulat yang mengandung venom andai penyebab rasa guncangan.
Permulaan, bulu-bulu normal, biasanya bulu-rambut pada larva
Noctuidae
dan
Arctiidae. “Rambut-bulu yang halus mudah putus ujungnya dan akan ikut ke privat kulit manusia atau dabat bila terjadi kontak langsung dan bisa menyebabkan rasa ngilu,” tutur Musim.

Baca :   Jenis Burung Jinak Tanpa Sangkar

Kemudian yang
kedua, struktur distingtif pada ujungnya, biasanya surai-bulu plong bernga
Lasiocampidae.  Bulu-bulunya biasanya menempel lekat plong bodi
larvae. Bulunya kira baplang farik dalam dimensi panjangnya dan pangkal yang tumpul dan menguat.  Ujung yang tajam menunjukan struktur menyerupai mata gergaji, sehingga bila mengenai indra peraba manusia akan menyebabkan iritasi.

Ketiga, bulu ulat mago dengan dasar yang gonjong, biasanya bulu-bulu puas ulat
Lymantriidae
seperti yang menyerang kewedanan Jawa Timur (Probolinggo). Dan
keempat, duri nan beracun, biasanya terwalak puas belatung
Limacodidae.

Macam duri beracun nan dimiliki keramaian
Limacodidae
berbeda dengan varietas nan bukan. Duri ini umumnya mempunyai format panjang dan lebar yang makin luas dibanding bulu-bulu yang terdapat puas ketiga varietas sebelumnya.

Ujung duri ini rata-rata sangat lancip dan tajam. “Duri racun ini bekerja menyerupai pencucuk menyemprot. Ulat diversifikasi ini akan menyuntikan durinya nan berbisa ke n domestik organisme yang menyentuhnya alias menggangunya dengan prinsip kontak langsung,” kata Masa.

Kaidah Hindari

Buat memencilkan pergaulan dengan ulat beracun, Musim pun menyebutkan bahwa suka-suka sejumlah hal yang perlu diperhatikan. Hal-hal itu sama dengan jangan sesekali meletakan busana, handuk, sarung dan lain sebagainya lega cabang, ranting pohon yang kemungkinan ada bernga beracun nan akan mengalami pupasi.

Kemudian seandainya tertekan, pastikan baju, handuk, sarung tersebut terbebas dari ulat yaitu dengan cara dikibaskan langgeng-awet cak bagi mengeluarkan ulat maupun insek berbahaya lainnya sebelum dipakai pun.

Langkah yang bukan, usahakan bikin tidak bertelanjang dada ketika subur di rerimbunan pokok kayu atau semak ketika sedang beristirahat. Cangap gunakan pakaian lengan strata momen harus bekerja menerobos belukar-samun, alias palem-paleman, karena kawasan yang sering tertimpa adalah lengan dan bagian leher.

Baca :   Manfaat Daun Krokot Untuk Kenari

Kemudian bila sudah tergigit atau jalinan langsung dengan ulat mago beracun, maka segera lakukan penanganan awal. Penanganan bikin orang yang mengalami sengatan surai ulat yaitu dengan kaidah mengompres dengan larutan
alkaline,
ammonia
cair dan
bicarbonate soda, serta
cream
mengandung
antihistaminic.

“Pada keadaan yang sangat serius penggunaan secara lisan dengan
antihistamine, 10%
calsium gluconate
diberikan secara intravena lagi sangat membantu dan sebaiknya segera hubungi dokter,” pungkasnya. (pwd)

Sumber foto: Pengajuan Dr. Hari Sutrisno (Pengkaji Sendi Penajaman Biologi LIPI)

Jenis Ulat Bulu Di Indonesia

Source: http://lipi.go.id/berita/single/Mari-Kenali-Karakteristik-Ulat-Beracun-di-Indonesia/19601

Check Also

Manfaat Madu Untuk Lovebird

Manfaat Madu Untuk Lovebird Maslahat madu – Madu ialah materi alami yang dihasilkan oleh lebah …