Ukuran Sangkar Kacer Bnr

Selain pakan burung, sangkar tercatat keadaan vital untuk diperhatikan dalam pemeliharaan burung. Sangkar harus lega dada dan nyaman untuk burung. Doang sangkar juga harus memiliki biji artistik karena bukan minus pemelihara burung nan menernakkan kalam dengan cara digantang di teras kondominium, ruang petandang alias bahkan di kantor. Bailahj, ayo kita bahas serba-serbi sangkar dan peralatan perlindungan burung lainnya.

Mandu gampang mencari artikel omkicau.com, klik di sini.

+MENU ARTIKEL SANGKAR DAN Perlengkapan

  • A. Sangkar: Umum
  • 1. Mangsa rangka sangkar
  • 2. Dimensi sangkar
  • 3. Jarak antar jeruji
  • 4. Kerangka dan ukuran pintu
  • 5. Tangkringan/ tenggeran
  • ==Beberapa bentuk sangkar dan posisi tenggeran
  • 6. Arena pakan dan air
  • 7. Ajang bersiram
  • 8. Gantungan sangkar
  • 9.Alas sangkar
  • 10. Kandang umbaran
  • 11. Tips pengusahaan kerodong
  • 12. Sangkar karantina
  • B. Menjaga kebersihan sangkar
  • C. Menjaga kebersihan wadah pakan dan minum
  • D. Pembuatan sangkar dan tangkringan khusus cak bagi terapi distingtif
  • E. Biaya siluman sepatutnya burung tidak magfirah


A. Sangkar: Mahajana

1. Objek bentuk sangkar
burung bisa semenjak bambu, kayu, rotan, metal dan plastik. Bahan ganggang bisa berusul aur atau logam/benang kuningan cendawan.
Untuk sangkar dari metal dikhususkan bakal burung-kontol tengah bengkok dengan paruh drastis dan lestari serta suka mengerat. Stempel incaran logam adalah mudah dibersihkan dan kuat. Kelemahannya mudah berbintik jika terkena air dan udara dengan ganjaran garam tinggi. Selain itu terbiasa diwaspadai adanya bilang variasi logam nan berbisa.

Berikut ini sejumlah jenis ferum dan sifat racunnya:

Berbagai kasus burung yang intoksikasi logam dilaporkan kerumahtanggaan Journal of Avian Medicine & Surgery, sebagaimana ditulis di multiscope (Hot Spot for Birds). Tetapi bakal pengetahuan Beliau, berikut ini sejumlah besi yang berbahaya dan tidak berbahaya bagi burung, nan umumnya digunakan sebagai bulan-bulanan pembuatan sangkar, wadah air dan pakan, kandang dan sebagainya:

1. Kuningan

Kangsa merupakan logam senyawa antara tembaga dan seng. Kedua besi ini berpotensi menciptakan menjadikan burung keracunan.

Seandainya ada kuningan lega sangkar titit-burung katai barangkali tidak masalah karena mereka enggak mungkin bisa mematuki logam itu setakat mengelupas. Tetapi kerjakan butuh berparuh kuat, seperti lovebird, nuri, betet dan sebagainya, maka logam ini boleh mereka gerogoti. Maka hindarkan kuningan dari mereka.

Journal of Avian Medicine & Surgery melaporkan adanya burung makau yang hampir mati karena intoksikasi seng. Pasalnya beliau mengunyah-ngunyah tiga kancing kaleng dan juga menggerogoti kandang kawat krom (krom pula mengandung seng).

2. Rejasa

Timah juga sangat beracun untuk burung. Tertera dagangan yang mengandung rejasa ini antara bukan merupakan tutup kangsa, anting pancing, pemberat korden, koil tutup sampanye, timah pateri, koil soldir, lembaran dalam batu aki, sejumlah mainan anak dan tak sebagainya.

3. Tembaga

Tembaga juga berpotensi meracuni zakar biarpun kadar venom dari logam ini dahulu sedikit. Makanan yang mengandung senderut yang disimpan dalam panggung tembaga boleh jadi terinfeksi tembaga. Demikian pula saluran atau wadah air yang terbuat bersumber tembaga, berpotensi mencemari air yang mengalir ataupun berada di dalamnya. Kalau mau menggunakan wadah tembaga untuk burung, sebaiknya masukkan air ke dalamnya bukan kerumahtanggaan kondisi panas. Tuangkan jika sudah lalu dingin mentah diberikan ke penis. Dan enggak didinginkan di dalam kancah tersebut.

4. Kawat (yang non-galvanil), baja serta besi (yang tidak dilapisi pencelup anti karat) bukan berbisa untuk burung.

5. Seng

Seng habis beracun untuk pelir. Termasuk di sini adalah kandang titit atau ram yang terbuat berpangkal galvanil, klip alias steples, kunci-gerendel mainan anak, paku, pipa ledeng, krom, beberapa cat bertentangan karat, dan bilang tempat shampo ataupun panggung kosmetika.


Kembali ke MENU Artikel

2. Ukuran sangkar

Besarnya sangkar burung teristiadat disesuaikan dengan ukuran burung, jenis burung dan gaya atau gerak mereka saat bergamat.



  • Ukuran ceceh besar atau ekor panjang


    (cucakrowo, murai batu, poksai dan sejenisnya) boleh memperalat sangkar buntak atau peti dengan ukuran lebar maupun tangga atau kalau bulat dengan diameter sekitar 50 cm setinggi 60 – 75 cm.


  • Matra menengah

    : anis merah, anis kembang, cendet, dan burung lain seukuran; bisa menggunakan sangkar buntak atau boks dengan lebar ataupun panjang 30-35 cm setinggi 50 cm.


  • Ukuran mungil

    : ciblek, prenjak, sulingan/tledekan, kolibri dan burung lain seukuran; bisa menggunakan sangkar bulat atau kotak dengan lebar maupun panjang 20-30 cm selaras 40 cm.


  • Matra distingtif

    : kenari, branjangan. Cak bagi kenari, kiranya memberi performa yang bagus, gunakan sangkar dimensi titit menengah dengan dua maupun tiga tangkringan.

Momen ini partikular cak bagi sangkar bulat (biasanya lakukan murai bujukan) sering dibedakan adanya sangkar ukuran 1, 2 dan 3, dengan rincian bagaikan berikut:

No. 1 garis tengah 60 cm, tataran 75 cm
No. 2 garis tengah 57 cm, tataran 73 cm
No. 3 diameter 54 cm, tinggi 60 cm

Baca :   Pulsa Darurat Telkomsel 5111

*Catatan: Ukuran di atas dapat juga berjenis-jenis tergantung produsennya, jadi sesungguhnya tak suka-suka ukuran baku yang merupakan standar umum.


Kembali ke MENU ARTIKEL

3. Jarak antar jeruji: jarak antar jeruiji disesuaikan dengan format pemimpin kontol dengan standard penasihat penis enggak dapat keluar lewat sela-selanya. Cak bagi butuh-kontol bakalan nan masih giras, gunakan jeruji yang relatif berkembar dengan ukuran kian sempit dibanding lebar pangkal perdua burung. Dengan demikian jikalau burung nabrak sangkar, paruh lain keluar dan pangkal tengah tidak terluka.

4. Buram dan ukuran gapura

Pintu masuk dibuat cukup lebar sehingga tangan khalayak bisa masuk. Lakukan posisi pintu di tengah dan tidak di bawah sebaiknya memudahkan kita saat mau menggapai wadah pakan dan juga memudahkan kita memindah burung ke karamba dengan cara menempelkan berhadap-hadapan pntiu sangkar dan portal karamba. Usahakan gerbang dapat menudungi sendiri setelah kita urai agar burung tidak magfirah jika kita pangling menutup pintu.


Kembali ke MENU Artikel

5. Tangkringan/ tenggeran

Tenggeran sempurna terbuat bersumber kayu keras dan permukaan bergairah tetapi tidak drastis, misalnya kusen asam dan bukan kayu yang renik permukaannya seperti kayu jambu biji misalnya. Diameter ideal adalah kaki burung bisa mencekau agak-kira 2/3 bagian lingkung tenggeran.

Jumlah tenggeran bisa satu, dua ataupun tiga. Sementara istimewa branjangan boleh memperalat sangkar buntar dengan ukuran diameter 35-30 cm selama 75 – 100 cm dengan tangkringan eksklusif terbuat dari batu apung.


Biaya siluman tenggeran atau tangkringan

Tidak cak semau ukuran pasti bahkan cak bagi ceceh nan sebanding jenisnya karena penampang tangkringan atau tenggeran itu masalah adat. Bikin mengukurnya (kalau itu titit baru kita dapat dan kita tidak tahu persis ukuran kebiasaaanya), maka sreg kali pertama kita menyangkarkan, beri beberapa tangkringan temporer (boleh 4 sampai 5) dengan sengkang yang berbeda:
Tangkringan 1:  Berdiameter setengah berusul hierarki ujung jari depan terpanjang sampai ujung jari belakang.
Tangkringan 2:  Berdiameter 2 mm lebih lebar ketimbang tangkringan 1
Dan semacam itu seterusnya sampai tangkringan ke-5.
Goresan: Pakan dan air jangan ditaruh di ujung/dekat salah suatu tangkringan semata-mata diletakkan mepet radiks sangkar.
Luangkan waktu produk 2-3 jam (nggak usah melotot terus menerus tetapi sambil beraktivitas lainnya) dan perhatikan, mana tangkringan yang paling banyak tertular si pelir. Nah, kira-kira itulah sengkang tangkringan yang ideal bakal kalam Anda itu.


Kembali ke MENU Artikel

Berikut ini beberapa bentuk sangkar dan posisi tenggeran:

Tangkringan dan sangkar pelir memiliki beragam kerangka. Semua itu dibuat sesuai tujuan dan jenis burungnya.

Berikut ini beberapa gambar sangkar dan tangkringan di dalamnya, serta apa manfaatnya:

sangkar11

Cara mudah punya ribuan file MP3 suara burung, klik di sini.

Gambar A merupakan sangkar bulat dengan garis tengah bermacam rupa, menginjak 40 hingga dengan 60 cm atau bertambah. Tangkringan model itu digunakan untuk burung berekor panjang (murai batu misalnya), dengan tujuan agar ekor MB tidak kemungkus ketika MB tidur. MB tidur kebanyakan mencari tangkringan tertinggi dan berapit di ujung tangkringan. Dengan tangkringan model itu, maka ekor burung tidak menempel sangkar.

Setimpal fungsinya dengan Buram A adalah sangkar Rancangan C. Saja saja ini memperalat tangkringan model “T”. Kalau Rangka A, tangkringan bagian atas dihubungkan ke sangkar/kerangka sangkar dengan benang besi (umumnya kangsa sepatutnya lain mudah bermeduk).

Sedangkan sangkar Gambar B menggunakan tangkringan model susun silang. Tangkringan ini berisiko merusakkan ekor burung ketika tidur. Tangkringan model ini galibnya digunakan untuk MB yang seandainya sedang tarung
bergaya lengser kanan-kidal tubuh. Sekiranya MB model tarung semacam itu diberi tangkringan transendental T, dia akan banyak naik turun dari tangkringan kepala “T” ke tangkringan tataran (tempat dudukan tangkringan “T”).

sangkar2

Sangkar Gambar D digunakan bagi sangkar buku harian burung2 kcil seperti kenari ciblek dan tidak-lain. Cuma tangkringan kamil ini lain disarankan karena ekor burung mudah tembelang.

Sangkar Gambar E umumnya bikin kenari, kacer dan sebagainya. Tangkringan komplet ini ditujukan bakal burung yang berpedoman gayanya sering bermain naik-turun berbunga satu tangkringan radiks ke tangkringan atas dan sebaliknya.

sangkar3

Lembaga sangkar F dan G lagi mempunyai fungsi yang hampir selevel dengan sangkar Rang E.

Dapatkan aplikasi Omkicau.com Percuma…
Dapatkan Aplikasi Omkicau untuk Android di Google Play
Dapatkan Aplikasi Omkicau untuk iPhone di App Store

sangkar4

Sedangkan sangkar Tulang beragangan H mempunyai fungsi yang sama dengan sangkar Rencana A yakni agar ekor burung tak rusak karena mepet terali sangkar. Ini lazimnya digunakan untuk tangkringan Anis Merah atau Anis Kembang. Sedangkan sangkar Gambar I biasanya untuk pentet, kenari, atau sulingan yang suka nangkring di tempat sempit. Tetapi tangkringan model ini tidak dianjurkan bakal digunakan.

Masih banyak lagi model sangkar dan tangkringannya, tetapi temporer saya sampaikan itu dulu yakni sempurna tangkringan yang umumnya dipakai para penghobi burung.

Baca :   Contoh Surat Lamaran Kerja Jadi Guru

Tentu ini lain dengan model tangkringan butuh perdua bengkok/LB nan biasanya lagi diberi main-mainan dll.


Kembali ke MENU Artikel

6. Arena pakan dan air
gunakan cepuk palagan pakan yang biasa dijual di pasaran ataupun boleh membentuk khusus dengan bahan plastik, sayak, logam, gerabah dan lainnya. Sebelum digunaan cuci lugu dan pastikan pinggiran-pinggiran cepuk diambril sehingga tidak ada putaran yang radikal.

7. Panggung bersiram, bisa menggunakan perumpamaan karamba khusus dan bisa pula gunakan cepuk tempat pakan yang besar sehingga burung dapat bersiram di dalamnya.

8. Gantungan sangkar

Gantungkan pelir di kancah yang tidak dapat dicapai satwa predator seperti kucing atau tikus. Dengan demikian sangkar terbiasa terserah gantungannya. Buat gantungan yang kokoh, enggak mudah cepat dan jebol. Untuk menguji kekokohan sangkar, bisa dicoba tarik sekuat mungkin sahaja terukur. Dari percobaan itu Anda akan sempat apakah gantungan sangkar sudah lalu kokoh atau belum.


Kembali ke MENU Kata sandang

9. Pangan sangkar

Gunakan alas lembaga laci yang mudah ditarik keluar, tetapi diberi pengait agar tidak mudah copot dengan sendirinya. Jarak antara hutan dengan jeruji dasar usahakan sehingga burung enggak boleh menggapai makanan yang turun terserpih ke alas sangkar. Hal ini kerjakan menghindari burung mengambil nafkah nan cemar. Dengan demikian, kerjakan juga celah dasar sangkar dengan jarak nan relatif rapat sehingga kepala butuh tidak boleh menerobosnya.

10. Kandang umbaran

Jikalau memang merasa perlu menunggangi kandang umbaran, bisa gunakan kandang umbaran dimensi pangkat/lebar 1 meter tangga 2-3 meter tersampir kondisi tempat dahulu kita. Lakukan pengumbaran tanpa perlu menggoda zakar cak bagi terbang-terbang. Untuk teks masalah umbaran, dapat dilihat di
coretan ini.


Pula ke MENU ARTIKEL

11. Biaya siluman eksploitasi kerodong.

  • Gunakan kerodong yang layak tepat berdekatan di dinding sangkar sehingga kalau burung ngelabak, perdua enggak melewati ganggang dan ketaton.
  • Jangan langsung mengerodong burung nan baru tetapi diturunkan dari jemuran. Kalam perlu diangin-anginkan lampau di panggung sejuk.
  • Gunakan kerodong warna netral. Maupun bisa belaka Anda menunggangi kerodong dandan palsu lakukan malam perian dan terang bakal siang periode. Warna gelap menyerap erotis sehingga kondisi sangkar panas kuku. Warna kirana memantulkan cerah sehingga membentuk kondisi dalam sangkar nisbi bertambah anyep ketimbang menggunakan kerodong warna gelap.

12. Sangkar karantina

Kita wajib memiliki sangkar distingtif untuk siap sedia kalau suatu saat kita mesti mengarantina burung sakit atau zakar yunior.


Bilang hal yang perlu diperhatikan privat pengemasan sangkar karantina:

  • Dimensi 100 x 50 x 30 cm
  • Dinding terbuat dari kawat kasir atau kawat ram nyamuk.
  • Beri bola lampu 25-40 watt bikin penghangat dan iradiasi.
  • Jauhkan tempat pakan dan minum dari lampu.
  • Tegel dibuat dengan model laci sehingga mudah pembuangan kotoran burungnya.
  • Penempatan terpisah pecah sangkar kalam bukan.


Sekali lagi ke MENU ARTIKEL

B. Menjaga kebersihan sangkar

  • 1. Basuh hama untuk sangkar mentah dan lama

Sebelum digunakan, sangkar baru, baik yang dicat maupun tidak, terbiasa dicuci safi menggunakan deterjen. Sangkar juga harus dipastikan tidak berbau pewarna atau vernis. Jika masih berbau, tunggu sampai beberapa hari dengan dicuci dan dijemur tiap periode hendaknya hilang baunya.
Untuk memantapkan sangkar objektif hama, semprot seluruh parasan dengan antiseptic nan aman cak bagi burung. Internal hal ini direkomendasikan memperalat FreshAves yang pahit lidah kerukunan jika tidak sengaja terkonsumsi oleh burung.
Pencucihamaan sangkar haris dilakukan rutin minimal sebulan sekali.

  • 2. Basuh saban hari

Usahakan sangkar dicuci setiap hari ketika zakar dikaramba.


Sekali lagi ke MENU Artikel

C. Menjaga kebersihan ajang pakan dan minum

Medan pakan dan mereguk ceceh juga harus bosor makan dibersihkan sehingga bukan menjadi tempat tumbuhnya parasit dan jamur.

D. Pembuatan sangkar dan tangkringan unik buat terapi solo:

Kadang-kadang kita terlazim sangkar atau model tangkringan khusus bakal tujuan khusus. Saya pernah punya kenari yang selalu nglabrak-nglabrak jari-jari seandainya pas ditandingkan. Dan begitu nabrak jeruji, sambil ki angkat. Menaiki lagi, nglabrak lagi, sejenis itu terus sambil bunyi. Berbagai treatment pakan saya coba, tidak berhasil. Treatment kawinkan untuk mengurangi birahi juga saya coba, tak juga berbuah.

Dan berhasilnya, saya treatment tangkringan . Kalau biasanya tangkringan kenari tetapi dua, atas-bawah sejajar dengan posisi saling menyamping, maka saya bikin tangkringan 8 biji (kali mula-mula ditertawain teman). 4 tangkringan bawah, saya susun sendirisendiri sama dengan jeruji, dengan jarak masing2 dari jeruji seputar 7 cm.

Tangkringan atas posisi sekelas dengan tangkringan lapis bawah. Nah, ketika tarung di tangkringan sepuhan bawah, kenari itu bergerak menyusuri tangkringan , muter ke semua sisi. Begitu loncat ke atas, gayanya sama persis, memutar ke semua arah seakan menantang semua kenari di sekitarnya. Dan… kenari itu bukan asosiasi lagi nabrak terali (dalam arti bunyi berbarengan kaki mencengkeram jeruji2).

Baca :   Jual Beli Lovebird Jogja

Mengapa? Ternyata, saat engkau menggacor dan tengah sudah lalu nempel ruji-ruji (karena jarak terjauh tangkringan ke jari-jari sahaja sekeliling 7 cm yang tidak memungkinkan kenari untuk lebih maju lagi), maka itulah posisi nan anda angap acuan. Artinya, engkau lain perlu mencengkeram jari-jari cak bagi bisa “mendamprat” antagonis pada posisi yang “minimal damping” dengan lawan.

Engkau pasti bosor makan meluluk kenari bunyi ke sebelah posisi lawan (luar) sambil menjatuhkan badan ke pangkal sangkar dulu balik pun ke atas, dan begitu lagi. Coba saja tidak cak semau tempat bagi beliau untuk “melabu diri” ke depan karena dengan ganggang telah “mepet”, maka dia lain akan ikatan pula bergaya “jatuhan”.

Berdasar pengalaman itu, dan pengalaman yang sama berikutnya, maka saya boleh mengatakan bahwa treatment ini 90% akurat lakukan menuntaskan kenari yang terlampau “ganas” dan punya “mode jatuhan” ketika tarung. Boleh dicoba.


Pula ke MENU ARTIKEL

E. Tips seyogiannya burung tidak absolusi

  • Perhatikan cantelan sangkar. Periksa apakah mur/bautnya benar2 mutakadim kencang. Selalu cek, saban hari sebab kadang kalau mur/baut kendor, maka ketika ketiup kilangangin kincir, sangkar bersirkulasi-gerak, goyang, mengadon, maka sangkar bisa magfirah dari cantelannya. . . . Blam. . . burung lepas. . .
  • Perhatikan sekali lagi gantungan pada gantangan yang kita pakai. Kalau menggunakan paku, apa bermartabat pakunya nancap kencang; tidak karatan; tidak aus. Perhatikan dudukan gantungan; kalau kayu, bambu dan sebagainya, apa tidak lapuk; tidak keropos dsb. 3. Usahan meranggitkan sangkar dengan menyantelkannya pakai tangan langsung; kalau tingkatan pakai organ bantu kursi yang kokoh berdiri. Sekiranya terpaksa pakai tongkat yang berpaku/berkawat melengkung maka perhatikan kesamarataan beban sangkar; juga kekuatan sangkar. Jika tidak seimbang berisiko sangkar mengocok momen diangkat ke arah gantangan. Jika lembaga sangkar lain kuat, juga berisiko terpotong dan sangkar drop berdebam. . .
  • Buat pintu sangkar dengan engsel (umumnya model gesekan naik turun) yang selicin mungkin. Dengan demikian, biarpun gerbang bukan diberi pikulan (seandainya diberi, bertambah bagus sebagaimana saran Pak Fortuna), dia akan otomatis turun takhta ke bawah; nutup. Gapura juga perlu diberi kancingan sehingga tak berisiko melangah saat kita membuka/menggotong kerodong. 5. Usahakan penutup sangkar adegan dasar (yang berupa jari-jari maupun yang positif lembaran papan/tripleks/seng) boleh dikancingkan (dan selalu dikancingkan seusai sangkar dibersihkan), sehingga takdirnya sangkar kerumahtanggaan kondisi miring, penutup tersebut tak membuka koteng.
  • Tidak membagi/menggilir makan-minum secara langsung ketika burung masih di sangkar; usahakan burung sudah dimasukkan karamba. Kalau terdesak, maka buat itu di ira tertutup atau usahakan tangan kiri (kanan) menjaga gerbang episode dasar yang terbuka ketika tangan kanan (kidal) masuk sangkar. Hal ini terutama perlu diperhatkkan bakal sangkar2 ideal melingkar dimana bukaan portal hingga di rapat persaudaraan dasar sangkar dan habis rawan diterobos kalam.
  • Selain sangkar, perhatikan pula karamba Kamu. Apakah pintunya dapat melorot sendiri begitu kita lepaskan atau masih plus seret sehingga perlu ditekan. Usahakan boleh licin dan menutup sendiri.
  • Sediakan selalu semprotan nan didalamnya sudah suka-suka cairan sabun batangan/sampho (begitu juga juga disarankan Mbak Dwi) untuk suntik burung yang lepas. Dan sekadar narasi saja: karena warta ini, saya pertalian menangkapkan burung AK-nya Mas Samino, imbangan penangkar Solo, dua ekor serta merta (sejodoh) dalam waktu nan nisbi cepat. Dan berkat itu. . . hehehehehe. . . . saya dapat MB anakan dengan harga diskon besara2an. . . . Cara itu biasanya memang efektif untuk burung yang sudah mapan/jinak.
  • Sediakan juga pulut/getah parang maupun getah nangka (yang bagus beras ketan tengkuluk skarena lengketnya asing biasa tetapi mudah dibersihkan semenjak bulu kalam) seperti disarankan Bungkusan Fortuna. Sediaan getah, tentu doang sedarun dengan tongkat yang kecil, panjang dan ringan, nan bisa menjangkau ketinggian atap kondominium/pepohonan. Caranya, rekatkan getah ke sepotong bagian lidi yang diikatkan di ujung tongkat. Lekatkan jangkrik (tidak mutlak) ke bagian paruh lidi; sorongkan ke arah sang burung secara perlahan2 (ini kebanyakan juga sekadar efektif lakukan burung yang mutakadim mapan/jinak).
  • Bertambah dari itu, jangan terlalu PD akan kondisi sangkar kita sebelum kita benar2 mengeceknya setiap hari; setiap saat.


Kembali ke MENU ARTIKEL

=

DAFTAR ISI Acuan BLOG, KLIK DI SINI Ataupun KEMBALI KE ATAS, KLIK DI SINI

Penting:Burung Anda kurang joss dan mudah gembos? Baca suntuk
yang ini.

BURUNG SEHAT Beranak PINAK… CARANYA? PASTIKAN
BIRD MINERAL
DAN

BIRD MATURE

Bintang sartan Kepercayaan MEREKA.

Pendirian gampang mencari artikel di omkicau.com, klik di sini.

Ukuran Sangkar Kacer Bnr

Source: https://omkicau.com/2010/05/20/sangkar-burung-dan-perlengkapan-lain/

Check Also

Hiasan Dinding Dari Styrofoam

Hiasan Dinding Dari Styrofoam Kerajinan dari Styrofoam – Styrofoam atau gabus merupakan bahan yang dapat …