Wali Nikah Diwakilkan Penghulu

Wali Nikah Diwakilkan Penghulu

Harakah.id

Syariat mewakilkan akad nikah kepada orang lain boleh dengan beberapa syarat, ialah yang dipasrahi perwalian nikah harus; lelaki, baligh, merdeka, muslim dan rupawan.

Kita sering mendengar perkenalan awal
taukil wali
(agen pengasuh) saat pernikahan karena alasan udzur syar’i atau wali merasa kurang berketentuan diri nan alhasil mewakilkan kepada orang bukan lakukan menyandingkan anaknya. Karuan kejadian ini mengundang tanya untuk publik sehingga menimbulkan berbagai penafsiran nan beragam.

Hukum mewakilkan wali internal ijab kabul boleh dengan sejumlah syarat, merupakan yang dipasrahi perwalian pertalian harus; lelaki, baligh, merdeka, mukminat dan cakap, mungkin kita dapat bahasakan seperti bapak, bos KUA yang kompeten, pengajar dan lainnya.

Imam Abu Hasan Ali al-Mawardi dalam kitab al-Hawi al-Kabir, juz IX, kejadian. 113:

فَأَمَّا تَوْكِيلُ الْوَلِيِّ فَلَا يَجُوزُ أَنْ يُوَكِّلَ فِيهِ إِلَّا مَنْ يَصِحُّ أَنْ يَكُونَ وَلِيًّا فِيهِ وَهُوَ أَنْ يَكُونَ ذَكَرًا بالغاً حراً مسلماً رشيداً فإذا اجتمعت هَذِهِ الْأَوْصَافُ … صَحَّ تَوْكِيلُهُ

“Adapun mewakilkan perwalian, hal tersebut enggak diperbolehkan kecuali seseorang nan memenuhi persyaratan yakni: lelaki, baligh, merdeka, muslim, dan kebal. Jika syarat tersebut terpusat…maka sah mewakilannya.” Dari butir-butir di atas, boleh dipahami bahwa jika ayah tiri tersebut menyempurnakan persyaratan, maka beliau bisa menerima tawkil penanggung jawab nikah. Tentunya tawkil ini harus dilakukan dengan kalimat serah terima nan sah menurut syariat.

Terkadang, kasus mewakilkan akad gabungan ini bertambah jauh daripada itu. Ada pula kasus konsul penanggung jawab pertautan mewakilkan kepada hamba allah lain (taukilul wakil penanggung jawab) saat kamu udzur syar’i, seperti mana sakit dan lainnya. Bagaimana hukumnya?

Pada dasarnya bisa bagi wakilnya wali memasrahkan perwalian kepada orang lain dengan syarat izin dari wali (muwakkil) dan penanggung jawab (muwakkil sediakala) enggak melarang akan pemasrahan wakil kepada orang tak tersebut.

Baca :   Jelaskan Mekanisme Pernapasan Pada Burung

Imam Duli Hasan Ali al-Mawardi dalam kitab al-Hawi al-Kabir, juz 6, hal. 518:

فلا يخلو حال الموكل معه من ثلاثة أحوال. أحدها: أن ينهاه في عقد وكالته عن توكيل غيره فلا يجوز له مع النهي أن يوكل غيره فإن فعل كان توكيله باطلا وهذا متفق عليه.

“Kejadian muwakkil (anak adam yang mewakilkan) beserta dengan wakil (yang menjadi wakil) tidak sepi akan tiga keadaan, pertama: seorang muwakkil melarang wakil di dalam akad wakalah akan agen terhadap orang lain (selain wakil), maka tidak boleh bakal wakil mewakilkan kepada orang lain, kalau melalukannya maka pewakilannya batal dan pendapat ini disepakati ‘jamhur”.

والحال الثانية: أن يأذن له في عقد وكالته في توكيل غيره واستنابته فهذا على ضربين:أحدهما: أن ينصبه على توكيل رجل بعينه فليس للوكيل توكيل غيره وسواء. كان من عين الموكل عليه أمينا عدلا أو كان خائنا فاسقا لأن اختيار الموكل واقع عليه.

“kedua: muwakkil mengizinkan wakil di dalam akad wakalahnya untuk mewakilkan kepada basyar lain dan memintanya untuk menjadi konsul, situasi ini terletak dua macam: permulaan: muwakkil menggotong turunan lain di intern kantor cabang dengan saringan muwakkil itu sendiri, maka tidak bisa duta mengangkat orang lain selain pilihan dari muwakkil, baik nan dipilih maka itu muwakkil itu turunan yang amanah dan adil atau individu yang suka hianat dan fasik karena seleksi itu hak pengaruh dari muwakkil”.

والضرب الثاني: أن لا ينصبه على توكيل رجل بعينه، ويقول: قد جعلت إليك الخيار فوكل من رأيت فعلى الوكيل إذا أراد التوكيل أن يختار ثقة أمينا كافيا فيما يوكل فيه

“dan yang kedua: muwakkil tidak menyanggang makhluk lain di internal agen dengan pilihan koteng, suntuk muwakkil mengatakan kepada wakil: saya membagi pilihan kepadamu, angkatlah konsul enggak terserah beliau, maka dapat cak bagi wakil memilih orang nan dapat dipercaya dan amanah serta kompeten dalam perkara yang diwakilikan”.

Sekadar momen ditelisik pun dalam kitab-kitab kontemporer nan menjadi tutul fokus ialah apakah perwakilan itu khusus maupun mutlak, maksud dari istimewa dan mutlak ini ialah muwakkil privat menyerahkan perwakilannya melibatkan absolusi atau melarang terhadap perwakilan orang tak maupun lebih-lebih memutlakkan, tatkala pembayaran kantor cabang itu tanpa disertai alas kata-pembukaan izin ataupun melarang untuk mewakilkan kepada orang enggak, ulama’ farik pendapat.

Baca :   Cara Membuat Surat Lamaran Kerja Di Toko

Mayoritas ulama tetap mengatakan tidak boleh sekalipun muwakkil ketika menyerahkan perwakilan kepada wakil tidak menamakan izin atau melarang cak bagi mewakilkan kepada cucu adam tidak dengan dalih bahwa badal yang diberikan kepada wakil itu merupakan sebuah pelaksanaan akad bukan terlebih mewakilkan kepada orang lain dan biasanya muwakkil tidak ridlo ketika badal itu malah dipasrahkan kepada orang lain.

Namun ada pengecualian dari sebagian cerdik pandai tatkala penyerahan perwakilan berusul muwakkil bersifat mutlak, sehingganya boleh bagi wakil untuk mewakilkan kepada individu lain, sebagai halnya: wakil tidak mampu melakukan perwakilan yang dipasrahkan oleh muwakkil kepadanya dikarenakan dia merasa tidak pas alias bahkan karena sakit untuk melaksanakan agen tersebut kemudian dia mewakilkan kepada hamba allah tak yang bertambah sepan seperti bapak, maka intern kejadian ini diperbolehkan bikin wakil mewakilkan kepada turunan lain sekalipun tanpa idzin pecah muwakkil.

Dalam
Al-Mausu’ah al-Fiqhiyah al-Kuwaitiyah,
j. 45, keadaan. 82 disebutkan,

ﺩ – ﺣﺎﻟﺔ اﻹﻃﻼﻕ:  ﺇﺫا ﺻﺪﺭﺕ اﻟﻮﻛﺎﻟﺔ ﻣﻄﻠﻘﺔ ﺩﻭﻥ ﺇﺫﻧﻪ ﻟﻠﻮﻛﻴﻞ ﺑالوﻛﻴﻞ ﺃﻭ ﻧﻬﻴﻪ ﻋﻨﻪ ﻭﺩﻭﻥ ﺗﻔﻮﻳﻀﻪ ﻓﺎﺧﺘﻠﻒ اﻟﻔﻘﻬﺎء ﻓﻲ اﻟﻤﺴﺄﻟﺔ ﻋﻠﻰ ﺭﺃﻳﻴﻦ: اﻟﺮﺃﻱ اﻷﻭﻝ: ﺫﻫﺐ ﺟﻤﻬﻮﺭ اﻟﻔﻘﻬﺎء (اﻟﺤﻨﻔﻴﺔ ﻭاﻟﻤﺎﻟﻜﻴﺔ ﻭاﻟﺸﺎﻓﻌﻴﺔ ﻭاﻟﺤﻨﺎﺑﻠﺔ ﻓﻲ اﻟﻤﺬﻫﺐ ﺇﻟﻰ ﺃﻥ اﻟﻮﻛﻴﻞ ﻟﻴﺲ ﻟﻪ ﺃﻥ ﻳﻮﻛﻞ ﻏﻴﺮﻩ ﻓﻴﻤﺎ ﻭﻛﻞ ﺑﻪ، ﻷﻧﻪ ﻓﻮﺽ ﺇﻟﻴﻪ اﻟﺘﺼﺮﻑ ﺩﻭﻥ اﻝﺗﻮﻛﻴﻞ ﺑﻪ، ﻭﻷﻧﻪ ﺇﻧﻤﺎ ﺭﺿﻲ ﺑﺮﺃﻳﻪ، ﻭاﻟﻨﺎﺱ ﻳﺘﻔﺎﻭﺗﻮﻥ ﻓﻲ اﻵﺭاء ﻓﻼ ﻳﻜﻮﻥ ﺭاﺿﻴﺎ ﺑﻐﻴﺮﻩ (2).

“Perwakilan nan mutlak: – ketika perwakilan unjuk dengan mutlak tanpa adanya kata-prolog idzin atau melarang kepala duta untuk mewakilkan kepada bani adam lain dan tidak ada pemasrahan kekuasaan yang penuh, ulama fiqh berlainan pendapat n domestik kelainan ini, pertama: mayoritas jamhur fiqh berpendapat bahwa seorang konsul enggak boleh mewakilkan kepada orang lain internal perkara yang diwakilkan kepada dirinya, karena perwakilan nan dipasrahkan kepada dirinya hanya untuk melaksanakan akad, bukan mewakilkan kepada orang lain dan muwakkil sekadar ridloi kepada dirinya bukan cucu adam lain”.

ﻭاﺳﺘﺜﻨﻰ ﺑﻌﺾ اﻟﻔﻘﻬﺎء ﻣﻦ ﻫﺬا اﻟﺤﻜﻢ ﺻﻮﺭﺗﻴﻦ ﺣﻴﺚ ﺃﺟﺎﺯﻭا ﻟﻠﻮﻛﻴﻞ ﺃﻥ ﻳﻮﻛﻞ ﻏﻴﺮﻩ، ﻭﻫﻤﺎ: اﻟﺼﻮﺭﺓ اﻷﻭﻟﻰ: ﺃﻥ ﻳﻜﻮﻥ اﻟﻌﻤﻞ ﻣﺤﻞ اﻟﻮﻛﺎﻟﺔ ﻳﺘﺮﻓﻊ اﻟﻮﻛﻴﻞ ﻋﻦ اﻟﻘﻴﺎﻡ ﺑﻤﺜﻠﻪ، ﻛﺎﻷﻋﻤﺎﻝ اﻟﺪﻧﻴﺌﺔ ﻓﻲ ﺣﻖ ﺃﺷﺮاﻑ اﻟﻨﺎﺱ اﻟﻤﺮﺗﻔﻌﻴﻦ ﻋﻦ ﻓﻌﻠﻬﺎ ﻓﻲ اﻟﻌﺎﺩﺓ ﻛﺒﻴﻊ ﺩاﺑﺔ ﻓﻲ ﺳﻮﻕ، ﺃﻭ ﻳﻌﺠﺰ اﻟﻮﻛﻴﻞ ﻋﻦ اﻟﻌﻤﻞ اﻟﺬﻱ ﻭﻛﻞ ﻓﻴﻪ ﻟﻜﻮﻧﻪ ﻻ ﻳﺤﺴﻨﻪ.

“Sebagian jamhur fiqh mengkhususkan dua hal dalam menghukumi perwakilan yang mutlak, yang mana mereka membolehkan wakil kerjakan mewakilkan kepada orang lain: mula-mula: pencahanan yang diwakilkan kepada diri wakil ialah ialah pegangan yang dapat dilakukan makanya sosok lain, sebagaimana tiang penghidupan-pekerjaan duniawi, komplet: lego hewan di pasar alias duta tak mampu mengamalkan perwakilan yang dipasrahkan kepada dirinya karena engkau merasa tidak layak”.

Demikian ulasan tentang hukum mewakilkan pernikahan kepada orang lain. Moga ulasan adapun syariat mewakilkan akad nikah kepada hamba allah lain ini berjasa.

Baca :   Mengurus Atm Bri Terblokir Diwakilkan

Musta’in Romli, Warga NU, Menuntaskan studi (S1) di institut Universitas Nurul Jadid Probolinggo, sekarang bak mahasantri aktif di Ma’takat Aly Nurul Jadid, paiton, probolinggo dengan konsentrasi fiqh-ushul fiqh.

Wali Nikah Diwakilkan Penghulu

Source: https://harakah.id/hukum-mewakilkan-akad-nikah-kepada-orang-lain-bolehkah/

Check Also

Manfaat Madu Untuk Lovebird

Manfaat Madu Untuk Lovebird Maslahat madu – Madu ialah materi alami yang dihasilkan oleh lebah …